Kegiatan Disbud
- Beranda
- Kegiatan Disbud
UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Riau Buka Ruang Kreativitas Lewat Teater dan Film
PEKANBARU - UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menggelar Bengkel Seni Teater dan Film Taman Budaya, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, bereksplorasi, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang ada di sekitar mereka.
Bengkel seni yang diikuti guru dan siswa SMA/SMK/MA ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Anton Widyanto Putra yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.
“Nantinya para peserta mendapat kesempatan untuk belajar bersama instruktur yang memiliki pengalaman di bidang teater dan film, sekaligus mengembangkan ide dan kreativitas melalui proses berkesenian,” ujar Anton.
Lebih lanjut dijelasknnya, untuk bidang teater, peserta mengikuti pembelajaran dengan tema “Teater dan Kreativitas Meluas Batas (Nafas Tradisi dan Melayu Kini)”. Dimana peserta akan diajak melihat kekayaan budaya Melayu sebagai sumber ide yang bisa terus dikembangkan.
“Mulai dari cerita, legenda, hikayat, pantun, gurindam, bahasa, musik, gerak, hingga berbagai tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat kita,” tambahnya.
Menurutnya, kekayaan tersebut dapat diolah menjadi karya yang lebih dekat dengan kehidupan generasi saat ini. Sebab teater tidak hanya menjadi pertunjukan di atas panggung, tetapi juga ruang untuk menyampaikan cerita, gagasan, dan nilai-nilai budaya melalui cara yang kreatif.
Hal serupa juga diterapkan dalam Bengkel Seni Film yang mengangkat tema “Media Film untuk Perkaya Warisan Budaya (Belajar Menemukan Nilai-Nilai)”. Peserta diajak melihat film lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga sebagai media untuk merekam, mendokumentasikan, dan memperkenalkan berbagai kekayaan budaya Riau.
Sumber ceritanya pun bisa ditemukan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerita orang tua dan tokoh masyarakat, tradisi di kampung, permainan rakyat, bahasa dan tradisi lisan, seni pertunjukan, kuliner, kerajinan, adat, hingga kebiasaan masyarakat dapat menjadi bahan untuk dikembangkan menjadi karya audiovisual.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diharapkan menguasai keterampilan dalam teater dan film, tetapi juga semakin peka melihat nilai budaya di lingkungan mereka.
“Proses belajar, berdiskusi, mencoba hal baru, dan bereksperimen menjadi bagian penting untuk mendorong lahirnya ide serta karya yang berangkat dari kekayaan budaya Riau,” ujarnya.
Anton berharap, Bengkel Seni Taman Budaya dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk terus berkarya tanpa kehilangan akar budayanya. Lewat teater dan film, tradisi dapat hadir dalam bentuk yang lebih segar, dekat dengan generasi masa kini, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi budaya Riau untuk dikenal masyarakat.