Kegiatan Disbud
- Beranda
- Kegiatan Disbud
Pasis Seskoau A-65 TP 2026 Dalami Nilai Sejarah dan Kebangsaan di Museum Sang Nila Utama
PEKANBARU - Museum Daerah Sang Nila Utama Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menerima kunjungan Kuliah Kerja Kejuangan (KKJ) dan Sarasehan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-65 Tahun Pendidikan (TA) 2026. Senin, (27/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan melalui pemahaman sejarah, budaya, dan nilai-nilai perjuangan bangsa, sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara Seskoau dan Pemerintah Provinsi Riau.
Pada kunjungan tersebut, terlihat rombongan Pasis Seskoau meninjau berbagai koleksi yang dipamerkan di Museum Sang Nila Utama. Selain memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan kekayaan budaya Riau, para peserta juga berkesempatan merasakan langsung permainan tradisional bakiak kayu sebagai bagian dari pengenalan terhadap warisan budaya yang masih lestari di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Aryadi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran para Pasis Seskoau menjadi kehormatan sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi. Ia menyambut baik kegiatan KKJ yang dinilai memiliki makna strategis dalam memperkuat pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa melalui pendekatan budaya.
“Saya atas nama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran para Pasis Seskoau ke museum,” ujar Aryadi.
Aryadi menjelaskan, saat ini Museum Sang Nila Utama memamerkan sekitar 800 koleksi kepada pengunjung. Sementara itu, secara keseluruhan museum memiliki 4.037 koleksi yang berasal dari berbagai periode sejarah, mulai dari masa prasejarah, kolonial, hingga masa Kerajaan Melayu, khususnya Kesultanan Siak. Koleksi-koleksi tersebut menjadi media edukasi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan perkembangan peradaban masyarakat di Provinsi Riau.
Lebih lanjut, Aryadi menegaskan bahwa keluarga besar Dinas Kebudayaan Provinsi Riau memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKJ ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah untuk menggali dan memahami akar sejarah lokal serta warisan perjuangan masa lalu sebagai landasan moral dalam membangun ketahanan nasional, termasuk dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
“Keluarga besar Dinas Kebudayaan Provinsi Riau sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan kuliah kerja kejuangan ini. Sekaligus juga sebagai upaya untuk menggali dan memahami akar sejarah lokal warisan dan perjuangan masa lalu sebagai landasan moral,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Komandan Seskoau, Marsekal Pertama TNI Irwan Pramuda, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Riau beserta jajaran. Ia menerangkan bahwa kunjungan pihaknya tersebut bukan sekadar agenda melihat koleksi museum semata, melainkan kesempatan untuk mempelajari perjalanan sejarah bangsa, khususnya kontribusi Provinsi Riau dalam perjalanan Indonesia hingga saat ini.
“Atas nama keluarga besar Seskoau, saya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penuh persahabatan dari Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan staff,” kata Irwan.
Menurut Irwan, setiap benda yang tersimpan di museum menyimpan kisah perjuangan, pengorbanan, kerja keras, serta nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu bangsa. Melalui koleksi tersebut, para peserta diharapkan dapat memahami bahwa kemerdekaan dan persatuan Indonesia lahir melalui proses panjang yang penuh tantangan, sehingga harus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus bangsa.
“Setiap benda yang tersimpan di museum memiliki cerita, perjuangan dan pengorbanan, kerja keras, bahkan air mata para pendahulu kita yang mengajarkan bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa tidak pernah kita peroleh dengan mudah,” tegasnya.
Ia juga mengajak para Pasis Seskoau sebagai calon pemimpin masa depan untuk tidak hanya memandang sejarah sebagai rangkaian peristiwa, tetapi memaknainya sebagai sumber pembelajaran dalam membangun karakter kepemimpinan.
“Ditengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan global saat ini, kita tidak boleh melupakan akar kebangsaan. Sebab pemimpin yg kuat bukan hanya mereka yg menguasai ilmu pengetahuan dan strategi, tapi juga mereka yg memahami bangsanya, mencintai budayanya, dan menghargai perjuangan para pendahulunya,” tutup Irwan.